Padang Rumput Paling Indah Di Dunia

Penuh ketenangan dan kedamaian, itulah yang akan Anda rasakan ketika melihat warna-warni padang rumput di sebelah tenggara Washington, AS.

Dinner In The Sky Restaurant

Restoran yang mengagumkan ini terletak di Brussels, Belgia dan akan membawa Anda sekitar 50 meter di atas tanah pada platform khusus dibuat yang dapat menampung sekitar 22 orang tamu

Inilah 5 Stasiun Kereta Paling Keren di Dunia

Kereta seringkali menjadi pilihan traveler ketika liburan di dalam dan luar negeri. Traveler yang pernah ke lima negara ini, terkagum-kagum dengan stasiun-stasiun paling indah di dunia.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Maret 2014

Beautiful 'Impossible' View of Milky Way from Light-Polluted Singapore

An avid night sky photographer proves the naysayers wrong with this "impossible" single-exposure image and video of the Milky Way and bright planet Venus rising over the light-polluted skies of Singapore.
"My dream to capture the beautiful Milky Way galaxy in Singapore has finally come true this morning after the monsoon season is over," night sky photographer Justin Ng told Space.com in an email. He captured this single-exposure shot on Feb. 28, 2014 at 6:11 a.m. local time. "Singapore is known for its heavy light pollution and many people believe that it's impossible to shoot stars and Milky Way in Singapore."

Dense light pollution is apparent in the photo near the horizon, just below the Milky Way. Glowing planet Venus is visible toward the center of the shot, above the lone tree.
"This image aims to prove the popular belief wrong and I hope to inspire more astrophotographers residing in heavily light polluted cities to try to capture these 'impossible' images," Ng said.

source : space

Jumat, 25 Oktober 2013

Cassini Abadikan Foto Paling Nyata dari Daratan, Danau, dan Laut di Titan

 
Wahana pengorbit Saturnus, Cassini sukses mengabadikan foto daratan, danau, dan laut yang ada di Bulan milik Saturnus, Titan. Pada foto tersebut tampak laut dan danau yang terdiri dari metana dan etana yang memberikan petunjuk kepada kita bahwa apa yang terjadi di sana mirip dengan siklus hidrologi yang terjadi di Bumi.

Foto tersebut diambil tanggal 10 Juli-12 September 2013, saat daerah di dekat kutub utara Titan sedang berada pada musim panas dan sinar Matahari bisa masuk menembus atmosfernya yang tebal sehingga bisa sampai menyinari permukaannya. Dari situ Cassini bisa mengintip bentuk formasi daratan dan danau yang ada di permukaan Titan untuk kemudian mengabadikannya dalam sebuah foto inframerah. "Kutub Utara Titan ternyata lebih menarik daripada yang kita duga sebelumnya," ucap Jason Barnes selaku ilmuwan dari University of Idaho, Moskow.

Menurut para ilmuwan, danau Titan terbentuk sebagai akibat dari menurunnya level ketinggian tanah akibat dari letusan gunung berapi. "Sejak laut dan danau ditemukan di titan, kami selalu bertanya mengapa kebanyakan dari mereka ada di daerah dengan lintang tinggi seperti dekat kutub Utara," ungkap juru bicara tim pencitraan Cassini, Elizabeth Turtle.

Wahana Cassini diluncurkan pada tahun 1997 dan sejak tahun 2004 mulai menjelejahi sistem planet Saturnus. Dan selama sembilan tahun ini Cassini telah banyak mengamati perubahan musim baik dari planet Saturnus itu sendiri maupun beberapa Bulannya. "Wilayah danau Utara Titan adalah salah satu bagian yang paling mirip dengan Bumi dan yang paling menarik di tata surya," ungkap Linda Spilker ilmuwan Cassini dari JPL. "Danau Titan berubah seiring dengan perubahan musim, dan misi panjang Cassini memberikan kita kesempatan untuk melihat perubahan musim di Titan. Saat ini Matahari bersinar terang di bagian Utara dan kita mendapatkan pemandangan yang indah, kita bisa mulai membandingan beberapa data yang sudah ada tentang apa yang terjadi dengan danau di dekat kutub Utara itu," tambah Linda.

Sebagai tambahan informasi, wahana Cassini merupakan wahana yang dibuat atas kerjasama NASA, ESA, dan Italian Space Agency. 

Senin, 22 Juli 2013

Inilah Wajah Bumi bila Dilihat dari Saturnus

Wajah Bumi dan Bulan hasil jepretan wahana antariksa Cassini dari Saturnus. Bumi tampak seperti bintang dengan lingkaran lebih besar sementara Bulan tampak sebagai lingkaran yang lebih kecil di bawahnya. | NASA


Wahana antariksa Cassini akhirnya berhasil mengambil citra Bumi dari Saturnus. Citra diambil sesuai jadwal yang direncanakan sebelumnya, Sabtu (20/7/2013) dini hari antara pukul 04.27 dan 04.47 WIB.

Citra yang ditangkap Cassini dari jarak 1,44 miliar kilometer ini merupakan citra ketiga Bumi yang berhasil diambil dari Tata Surya bagian luar.

Sebelumnya, terdapat citra "Pale Blue Dot" yang diambil oleh wahana Voyager 1 pada tahun 1990 serta citra "Spot The Dot" yang diambil Cassini pada tahun 2006.

Dalam citra terbaru yang diterima Bumi sehari setelah pemotretan ini, Bumi dan Bulan tampak berwarna perak, seperti sebuah bintang yang bersinar. Bumi tampak sebagai lingkaran yang lebih besar, sementara Bulan berada di bawahnya.

Berdasarkan informasi di situs NASA, Minggu (21/7/2013), citra Bumi dan Bulan ini diambil dengan filter BL1 dan CL2, dalam gelombang cahaya tampak merah, hijau, dan biru.

Citra yang ditunjukkan kali ini belum merupakan citra yang dikalibrasi. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan mengunggah citra yang telah dikalibrasi dalam beberapa hari lagi.

Citra ini kembali mengingatkan bahwa Bumi dan manusia di dalamnya cuma bagian kecil dari alam semesta. Semesta begitu luas, belum diketahui apakah berbatas atau tidak, serta menyimpan begitu banyak misteri. 

sumber : KOMPAS.com

Sabtu, 13 Juli 2013

AS Akan Bangun Taman Nasional di Bulan

 
WASHINGTON – Siapa yang tak mengetahui kisah keberhasilan tiga astronot NASA melakukan pendaratan di Bulan melalui misi Apollo 11, pada 1969. Akan tetapi, rupanya perjalanan mereka ke Bulan banyak meninggalkan barang-barang di permukaannya.

Anggota legislatif di Amerika Serikat (AS), Donna Edwards dan Eddie Bernice Johnson mengajukan usulan untuk dibangunnya sebuah taman nasional di Bulan. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya alien atau astronot dari negara lain yang datang mendekati barang-barang bersejarah peninggalan Neil Armstrong, Buzz Aldrin dan Michael Collins.

“Saat ini banyak perusahaan komersial dari berbagai negara yang memiliki kemampuan untuk dapat mendarat di Bulan. Oleh karena itu, kami rasa perlu melindungi situs pendaratan Apollo Lunar untuk melestarikan sejarah,” ungkap Edwards, sebagaimana dikutip dari Softpedia, Kamis (11/7/2013).

“Pembangunan Historical Park ini menurut Undang-Undang akan semakin memperluas serta meningkatkan perlindungan situs Apollo Lunar. Selain itu, ini juga akan memberikan apresiasi lebih terhadap keberhasilan misi pendaratan di Bulan yang terukir sejarah Amerika,” lanjutnya.

Rencananya, Donna Edwards dan Eddie Bernice Johnson akan segera menyampaikan rancangan Undang-Undang ini kepada DPR. Jika disetujui, maka kurang lebih akan memakan waktu satu tahun untuk merealisasikan rencana pembangunan Apollo Lunar Landing Sites National Historical Park. 

sumber : Okezone.com

Jumat, 24 Mei 2013

NASA Buat Makanan 3D untuk Astronot




Misi ruang angkasa tidaklah mudah. Selain persiapan teknis yang detail, misi yang dapat berjalan selama berbulan-bulan itu juga harus mempertimbangkan pasokan makanan. Makanan yang dibutuhkan harus bergizi dan diharapkan dapat bertahan lebih lama dari misi itu.
 

Untuk itu, Badan Antariksa AS (NASA) telah menggelontorkan dana hibah yang bisa mengembangkan makanan khusus bagi para astronot, makanan berbentuk 3D, Space melansir, 22 Mei 2013.

Di masa mendatang, NASA berharap teknologi makanan khusus itu dapat memasok makanan astronot dalam jangka waktu yang lebih lama.

"Perjalanan jarak jauh ruang angkasa membutuhkan 15 tahun umur penyimpanan makanan," kata Anjan Contractor, insinyur mekanik senior di
Systems and Materials Research Corporation (SMRC), yang berbasis di Austin, Texas.

Contractor menerima dana hibah senilai US$ 125.000, setara Rp1,2 miliar, dari NASA untuk mengembangkan prototipe makanan sintesis itu.

Dia membeberkan makanan khusus itu akan diramu dalam bentuk bubuk dan bisa bertahan dua kali lipat dari usia penyimpanan makanan.

"Caranya, semua karbohidrat, protein dan nutrisi makro dan mikro dalam bentuk bubuk. Kami mengeluarkan kelembaban dan dalam bentuk itu, makanan diperkirakan akan bertahan hingga 30 tahun," jelas Contractor.

Soal gizi, tak perlu khawatir. Secara teori, membagi berbagai komponen makanan dalam bentuk bubuk memungkinkan pengguna untuk mencampur makanan secara bersamaan.

Contractor mengaku sudah siap mencetak pizza 3D. Ia memulai pembuatan pizza dengan selembar adonan, kemudian diikuti lapisan saus tomat, yang terdiri dari bubuk dicampur dengan minyak dan air. Terakhir, pizza dilengkapi dengan lapisan protein, yang berasal dari hewan, susu atau tumbuhan.

Sementara NASA melihat makanan itu sebagai pasokan misi ruang angkasa di masa depan, Contractor melihatnya lebih dari itu. Ia menambahkan makanan sintesis itu bisa jadi cara efektif untuk mengatasi masalah kekurangan makanan.

"Saya dan banyak ekonom berpikir, sistem pangan saat ini tidak cukup memasok bagi 12 miliar orang," ujarnya. "Jadi, kita harus mengubah persepsi tentang apa yang kita lihat sebagai makanan," ujar Contractor. 

sumber : VIVA.co.id